Simeulue, Lensabidik. Com
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat operasional Pelabuhan Perikanan Perintis Teluk Sinabang guna mendorong lonjakan produksi perikanan sekaligus memperkuat ekonomi nelayan di Kabupaten Simeulue, Aceh.(20/04/26)
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam penguatan sektor kelautan, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki potensi sumber daya ikan besar namun belum sepenuhnya optimal dimanfaatkan.
Penanggung jawab pelabuhan, Petrus, menyampaikan bahwa optimalisasi fungsi pelabuhan terus dilakukan, mulai dari pelayanan sandar kapal hingga pembinaan nelayan.
“Pelabuhan ini menjadi titik penting aktivitas nelayan, tidak hanya untuk pendaratan ikan, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga kualitas hasil tangkapan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Simeulue, Supriman Juliansyah, mengungkapkan bahwa sektor perikanan daerah memiliki potensi besar dengan jumlah nelayan mencapai sekitar 4.594 orang dan produksi ikan sekitar 24.000 ton per tahun.
“Dengan percepatan operasional pelabuhan, kami menargetkan peningkatan produksi hingga 30 persen dalam beberapa tahun ke depan,” kata Supriman
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait keterbatasan fasilitas pendukung serta akses bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan yang dinilai belum optimal.
“Kendala ini sedang kami dorong untuk segera ditangani melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” tambahnya
KKP menilai pelabuhan perikanan sebagai simpul utama dalam rantai ekonomi kelautan. Jika berfungsi optimal, pelabuhan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sektor pengolahan dan distribusi hasil laut
Dengan percepatan operasional ini,
Pelabuhan Perikanan Perintis Teluk Sinabang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di Simeulue sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra perikanan unggulan di Aceh.













