Example floating
Example floating
Tipikor

Kejari Tahan Kadiskop UMKM Medan Terkait Tipikor Rp.1.1M Terkait Fashion Festival

128
×

Kejari Tahan Kadiskop UMKM Medan Terkait Tipikor Rp.1.1M Terkait Fashion Festival

Sebarkan artikel ini

Medan -Lensabidik.Com

Kadis Koperasi (Diskop) UMKM Perindag Medan Beni Nasution dan Kadis Perhubungan Medan Erwin Saleh Dua ditetapkan jadi tersangka dugaan korupsi kegiatan Medan Fashion Festival tahun 2024.

Beni Nasution ditahan dan dijebloskan ke Rutan I Medan, Kamis (13/11/2025) sedangkan Erwin Saleh mangkir atas panggilan Seksi Pidsus Kejari Medan.

Kajari Medan Fajar Syah Putra, menyebut kedua pejabat itu adalah BIN, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, serta ES, yang saat kegiatan menjabat Sekretaris Dinas dan kini menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan.

Baca Juga :  Tim Penyidik Kejati Sumsel Kembali Lakukan Penggeledahan Terkait Perkara Tipikor Pendistribusian Semen Di Wilayah Sumsel Oleh PT KMM 

Selain keduanya, Kejari juga menetapkan MH, Direktur CV Global Mandiri, sebagai tersangka. BIN dan MH langsung ditahan, sementara ES belum hadir dengan alasan sakit.

Baca Juga :  Pengembangan fakta dipersidangan mantan kadis PUPR 2018-2021 Nias Selatan tersangka 

Kegiatan Medan Fashion Festival digelar di Hotel Santika Dyandra dengan anggaran Rp4,8 miliar. Dari hasil audit Inspektorat, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,1 miliar.

Kajari Fajar Syah Putra menjelaskan, dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah pelanggaran prosedur dan pembayaran kegiatan yang tidak sesuai aturan.

Hari ini kedua tersangka yakni Kadis Koperasi UKM Perindag Medan BIN dan rekaman resmi ditahan usai diperiksa, sedangkan satu tersangka lagi yakni IS yang saat ini menjabat sebagai Kadishub Medan mangkir dari pemanggilan.

Baca Juga :  Kejati Palembang Tahan Tersangka DS Dalam Kasus Tipikor Pemberian KUR Mikro  Pada Salah Satu Bank Plat Merah Kacab Pembantu Sumendo Kab.Muara Enim

Ketiganya dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Fajar menegaskan, penyidikan masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan pihak lain yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *