Example floating
Example floating
Haji 2026

Ketua PPIH Embarkasi Medan Dr.H.Zulkifli Sitorus MA  Sampaikan 2 Calhaj  Gagal Berangkat Akibat Dimensia, 2 Lagi Tunda Karna Vaksin

8
×

Ketua PPIH Embarkasi Medan Dr.H.Zulkifli Sitorus MA  Sampaikan 2 Calhaj  Gagal Berangkat Akibat Dimensia, 2 Lagi Tunda Karna Vaksin

Sebarkan artikel ini

Medan –  Lensabidik.Com

Kakanwil Kemenhaj Sumut, Zulkifli Sitorus menyampaikan terkait dua orang jemaah calon Haji gagal berangkat dan ditunda, Senin (04/05/2026)

MEDAN – Dalam proses keberangkatan jemaah haji Embarkasi Medan, tidak semua calon jemaah dapat langsung terbang menuju Tanah Suci. Ada mekanisme ketat yang diterapkan, di mana jika hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan tidak layak terbang, maka ada dua alternatif yang diambil: ditunda keberangkatannya atau langsung dipulangkan ke daerah asal.

Hal ini disampaikan oleh Kakanwil Kemenhaj Sumut, Zulkifli Sitorus di Asrama Haji Medan, Senin (4/5/2026).

Dijelaskannya, sejak tiba di Asrama Haji Medan, jemaah calon Haji wajib melewati serangkaian tahapan mulai dari pemantauan kesehatan, pemasangan gelang identitas, pembagian paspor, hingga Kartu Nusuk.

“Nah, bagi jemaah yang ketika diperiksa kesehatannya tidak dinyatakan layak terbang, ada dua alternatif. Pertama, ditunda keberangkatannya untuk recovery atau dirawat di Rumah Sakit Haji Medan. Jika sudah sehat, akan diberangkatkan pada kloter berikutnya. Namun, jika kondisi dinilai tidak memungkinkan, maka jemaah akan dikembalikan ke daerahnya,” paparnya.

Baca Juga :  Kakek Prajurit Korban Keganasan Zionis Israel Menunaikan Ibadah Haji Doa Terbaik Untuk Almarhum.

Lebih lanjut, Zulkifli mengungkapkan, kemarin terdapat 2 orang jemaah yang harus dipulangkan. Satu orang didiagnosis mengalami dimensia (gangguan daya ingat), sementara satu orang lain lagi mengalami gangguan mental yang membuatnya sering mengamuk.

“Kondisi seperti ini sangat berisiko, apalagi nanti di dalam pesawat. Pilot pun biasanya menolak membawa penumpang dengan kondisi kesehatan yang bisa membahayakan atau mengganggu keselamatan penerbangan dan kenyamanan jemaah lain,” tuturnya

Kedua jemaah yang dipulangkan tersebut diketahui berasal dari Tanjungbalai dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

“Semoga tahun depan kesehatan mereka membaik dan bisa diberangkatkan,” harapnya.

Jemaah yang Ditunda

Baca Juga :  Kakan Kemenhaj Kota medan H.Muhammad Bambang Iriawan Hutasuhut.S.Ag Sapa Calhaj Yang resti

Sementara itu, untuk jemaah yang statusnya hanya ditunda karena alasan teknis atau kesehatan ringan, sebagian besar sudah berhasil diberangkatkan kembali.

“Kemarin sudah ada yang di recovery dan sudah diberangkatkan. Hanya tersisa 2 orang lagi yang akan diberangkatkan melalui Kloter 17, karena terkendala waktu vaksin yang belum mencukupi,” tambahnya.

Pesan untuk Jemaah

Kepada seluruh jemaah yang akan berangkat maupun yang sudah berada di Tanah Suci, pesan utama adalah menjaga kesehatan dan kedisiplinan.

“Semestinya tahapan dari daerah sudah dilalui dengan baik, sehingga sampai di asrama tidak ada hambatan. Oleh karena itu, jaga kesehatan selalu. Dan ketika sudah berangkat, taati semua aturan yang ditetapkan pemerintah, petugas kloter, maupun petugas di Arab Saudi,” tegas Zulkifli.

Ia juga menekankan terkait mengambil foto atau video di tempat-tempat suci yang dilarang oleh otoritas Arab Saudi. karena bisa berakibat hukum dan masalah di kemudian hari.

Baca Juga :  Prof.Dr.H.Nispul Khoiri. M.Ag Sampaikan Pembekalan Kepada  Petugas Haji, Karu dan Karom Kloter 11

“Terkait hal-hal yang dilarang, seperti mengambil foto atau membuat video ditempat suci yang sudah dilarang oleh Arab Saudi, jangan dilakukan karena bisa mengakibatkan masalah nantinya,” ujarnya.

Kondisi di Tanah Suci

Hingga saat ini, kondisi perjalanan dan ibadah jemaah kloter 1 hingga yang baru tiba dilaporkan berjalan lancar dan aman.

“Secara umum Alhamdulillah tidak ada kendala berarti. Hanya kemarin ada laporan satu orang yang sempat dirawat, namun sudah diantar dari Madinah ke Makkah dan sudah bergabung kembali dengan kloternya dengan kondisi membaik,” pungkasnya.

Dengan protokol kesehatan dan administrasi yang ketat ini, diharapkan seluruh jemaah yang terbang benar-benar dalam kondisi prima, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan nyaman hingga selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *