Example floating
Example floating
Peristiwa

Gawat! Akses Utama Warga Laure’e Miring, Ancam Keselamatan

25
×

Gawat! Akses Utama Warga Laure’e Miring, Ancam Keselamatan

Sebarkan artikel ini

Simeulue – lensabidik.Com

Jembatan Belliy yang berada di Desa Laure’e, Kabupaten Simeulue, dilaporkan mengalami kemiringan dan kini mengancam keselamatan pengguna jalan. Kondisi tersebut membuat warga setempat harus ekstra hati-hati saat melintas.Rabu, 6/5/2026

Jembatan yang menjadi akses utama masyarakat itu dinilai sudah tidak stabil, sehingga menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pengendara yang setiap hari melewatinya.

Baca Juga :  Ketua DPW Peradan Sumut Dukung Kepulauan Batu menjadi Daerah Otonomi Baru

 

Tokoh masyarakat Desa Laure’e, Tarzan, mengatakan kondisi jembatan saat ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan jika tidak segera ditangani.

“Kami harus sangat berhati-hati setiap melintas. Jembatan sudah miring dan terasa tidak stabil. Kami khawatir kalau dibiarkan, bisa membahayakan keselamatan warga,” ujarnya,

Kepala Desa Laure’e, Ali Hasmudin, membenarkan kondisi tersebut dan menyampaikan bahwa pihak desa telah menerima keluhan dari masyarakat. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan.

Baca Juga :  Kantor Pengacara Negara Kejari Padangsidempuan Patut Diapresiasikan Dalam Penetapan Perwalian Anak

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Dinas PUPR dan BPBD dapat segera turun tangan. Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan perbaikan,” katanya.

Jembatan Belliy merupakan infrastruktur vital bagi aktivitas warga, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Kerusakan ini dinilai tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga :  Diusir dari Rumah Dinas, Janda Pensiunan PTPN II Terancam Jadi Gelandangan Jelang Ramadhan 2024

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan tindakan cepat dan konkret demi menjamin keamanan serta kelancaran akses transportasi di Desa Laure’e..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *