Example floating
Example floating
Berita

Seratus Kata Pujian Kaisar China Kepada Nabi Muhammad S.A.W.

557
×

Seratus Kata Pujian Kaisar China Kepada Nabi Muhammad S.A.W.

Sebarkan artikel ini

Oleh Fadli Wong, Dr. Ibrahim Chalid & Dr. Zainal Abidin Badar, S.H.,M.Hum.,CPM.(Ketiganya Dosen Unimal)

ACEH – LENSABIDIK.COM

Sarjana pemikir Cina terkemuka Profesor Tu Weiming menyatakan bahwa Islam hadir di Cina pada abad ke-7 dibawa oleh generasi pertama pengikut Muhammad SAW. Transformasi kreatif Islam ke dalam budaya kesusastraan Cina ini barangkali menjadi alasan Mengapa islam tidak menjadi objek sikap sentimen anti budaya asing yang dialami Kristen pada abad ke-19. Patut dicatat disini bahwa, ketika Penyebaran budaya Islam kepada penduduk Cina tidak sama sekali terjalin dengan imperialis Barat. Islam diidentikkan sebagai kekuatan yang tidak mengancam pemerintah Pusat dalam periode kekaisaran Cina di masa silam. Bahkan dalam periode Dinasti Ming, Kaisar Zhu Yuanzhang pendiri Dinasti Ming (1368-1398) menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Idolanya.

Baca Juga :  Ketua Gerindra Aceh Timur: Pernyataan Ketua DPRA Tidak Pantas dan Tidak Mendasar Menyerang Wagub Dek Fad dan T Irsyadi

Kekaguman Kaisar kepada Nabi Muhammad SAW dituliskannya dalam sebuah pidato penghormatan sepanjang 100 kata yang memuji Islam, Allah dan Nabi Muhammad yang ia tempatkan di mesjid-mesjid yang ia Perintahkan untuk dibangun, berdasarkan Dekrit Kekaisaran tercatat bahwa “Yang Mulia memerintahkan pembangunan mesjid di Xijing dan Nanjing (ibu kota), dan di selatan Yunnan, Fujian dan Guangdong. Upaya kaisar tersebut telah meningkatkan posisi sosial Islam di Tiongkok.

Baca Juga :  Cerita Nurbaini, Dari Sekolah Rakyat Hingga Jadi PPPK Kemenag di Usia Senja

*Inilah isi 100 Kata Pujian Kaisar Zhu Yuanzhang Kepada Nabi Muhammad:*

_”Sejak penciptaan alam semesta, Allah telah menunjuknya sebagai pemimpin agama yang agung, Dari Barat ia lahir, Ia menerima Kitab Suci, Sebuah buku yang terdiri dari tiga puluh bagian, Untuk membimbing semua ciptaan Allah, Tuan dari semua Penguasa, Pemimpin di antara orang-orang yang suci, Dengan dukungan dari langit, Untuk melindungi umatnya, Yang mengerjakan ibadah lima waktu, Dalam diam berharap perdamaian, Hatinya terpaut ke Allah, Memberdayakan masyarakat miskin, Menyelamatkan mereka dari malapetaka, Membawa kegelapan menuju cahaya, Mengajak jiwa dan ruh menjauhi kesalahan, Rahmat bagi semesta alam, Meninggalkan ketertinggalan menuju keagungan, Membasmi semua kejahatan, Agamanya yang murni dan benar, Muhammad Mulia dan Agung.”_

Baca Juga :  PHK Sepihak Tenaga Pendamping Desa oleh Kemendes PDT, Haji Uma: Melanggar Aturan dan Tidak Manusiawi

Saat ini salinannya masih dipajang dibeberapa mesjid di Nanjing, Tiongkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *