Medan – Lensabidik.Com
Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan saat 360 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 07 Embarkasi Medan resmi dilepas menuju Tanah Suci, Rabu dini hari (29/04/2026).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA, secara langsung melepas keberangkatan jemaah yang selanjutnya diberangkatkan menuju Bandara Internasional Kualanamu sekira pukul 04.05 WIB dan dijadwalkan take-off menuju Madinah pada pukul 07.05 WIB.
Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa seluruh jemaah kini tidak lagi membawa identitas daerah masing-masing, melainkan menjadi representasi bangsa Indonesia di hadapan dunia internasional.
“Begitu bapak dan ibu berada di Tanah Suci, bapak dan ibu bukan lagi jemaah Asahan, Medan, atau daerah lainnya, tetapi jemaah haji Indonesia. Jaga nama baik bangsa kita, saling membantu, dan saling peduli sesama jemaah,” tegas Zulkifli Sitorus di hadapan para jemaah.
Turut menghadiri pelepasan tersebut Sekretaris PPIH Embarkasi Medan Dr. Torang Rambe, MA, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan, unsur PPIH Embarkasi Medan, perwakilan Pemerintah Kabupaten Asahan, jajaran petugas kloter, serta keluarga jemaah.
Kakanwil menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah Kloter 07 dapat diberangkatkan secara lengkap tanpa ada yang tertunda. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi anugerah yang patut disyukuri bersama.
“Alhamdulillah, jemaah Kloter 07 lengkap diberangkatkan tanpa ada yang ditunda. Mudah-mudahan nanti kepulangannya juga dapat kami sambut dalam jumlah yang sama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jemaah agar tetap menjaga disiplin, kekompakan, dan kebersamaan selama menjalankan ibadah haji, terutama saat proses kedatangan di Bandara Madinah hingga penempatan hotel.
“Kami minta seluruh jemaah tetap bersama rombongannya masing-masing, mulai dari turun pesawat, pemeriksaan di bandara, hingga masuk hotel agar seluruh pelayanan berjalan tertib dan lancar,” katanya.
Selain itu, Zulkifli menekankan pentingnya menjaga barang bawaan dan dokumen penting, seperti paspor, kartu Nusuk, dan uang riyal agar tidak tercecer ataupun hilang selama berada di Arab Saudi.
Dalam arahannya, Kakanwil turut mengingatkan jemaah agar mematuhi seluruh aturan yang berlaku di Arab Saudi, termasuk larangan mengambil foto dan video di lokasi-lokasi tertentu.
“Jangan melanggar aturan Pemerintah Arab Saudi. Ada tempat tertentu yang tidak diperbolehkan untuk berfoto atau mengambil video. Jika melanggar, dapat dikenakan sanksi hingga deportasi,” tegasnya.
Kloter 07 Embarkasi Medan terdiri atas 360 jemaah dan petugas dengan rincian 236 jemaah asal Kabupaten Asahan, 116 jemaah asal Kota Medan, dua jemaah asal Kabupaten Deli Serdang, dan satu jemaah asal Kabupaten Labuhanbatu.
Jemaah didampingi petugas kloter yang terdiri atas Abdul Rahman Munir Aritonang sebagai Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) sekaligus pimpinan kloter, Taufik Nabhan Pohan sebagai Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dr. Kamilah Agita Sari sebagai dokter kloter, Jamaluddin Nour sebagai paramedis, serta Nimatus Saniatil Mahfuzoh sebagai Petugas Haji Daerah (PHD).
Sementara itu, jemaah termuda Kloter 07 tercatat atas nama Dary Nur Luthfiyah, usia 19 tahun, nomor manifes 217 asal Kabupaten Asahan. Sedangkan jemaah tertua atas nama Paino Wongso Rejo, usia 85 tahun, nomor manifes 148, juga berasal dari Kabupaten Asahan.
Selama berada di Madinah, jemaah Kloter 07 akan menempati Hotel Sofitel Shahd Al Madinah sektor 1, sedangkan selama di Makkah dijadwalkan menempati Hussein Biarey Hotel sektor 6.
Mengakhiri arahannya, Kakanwil mendoakan seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.
“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan kepada seluruh jemaah dalam menjalankan ibadah haji tahun ini serta kembali ke Tanah Air menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.













