Example floating
Example floating
Berita

Kapolres Nias Himbau Masyarakat Jangan Percaya Janji Calo

332
×

Kapolres Nias Himbau Masyarakat Jangan Percaya Janji Calo

Sebarkan artikel ini

Lensabidik.Com-Gunungsitoli

Kapolres Nias AKBP Revi Nurvelani, S.H, S.IK, M.H, menghimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Hukum Polres Nias, agar jangan percaya terhadap “Oknum” Masyarakat ataupun “Oknum anggota Polri yang menjanjikan bisa membantu meluluskan menjadi anggota Polri, karena saat ini sedang persiapan pembukaan penerimaan Polri tahun 2024 yaitu Penerimaan AKPOL, Bintara, Maupun Tamtama, Sabtu 30 Maret 2024.

“Masyarakat jangan percaya, karena hal tersebut adalah terindikasi penipuan, dan sudah banyak yang menjadi korban. Biasanya para pelaku memanfaatkan keinginan orang tua yang Ingin anaknya menjadi anggota POLRI, dan modus operandi para pelaku, biasanya mengatakan, mempunyai “orang dalam” pada panitia penerimaan, atau mempunyai kenalan di Mabes Polri dengan pangkat Mentereng. Itu semua hanya akal bulus mereka untuk meminta sejumlah Uang”.

Baca Juga :  Dispora Medan dan Camat Medan Marelan Buka Turnamen Badminton PB Mitra Sporty : Kompak dan Sehat Diatas Kemenangan

AKBP Revi Nurvelani juga menambahkan bahwa saat ini sistim rekrutmen calon anggota Polri sangat terbuka, transparan, serta objektif tanpa pungutan. Rekrutmen di pantau langsung oleh Asisten SDM Polri, dan diawasi Secara Internal maupun External, tegasnya.

Baca Juga :  Alami Sakit di Malaysia, Dua Warga Aceh di Fasilitasi Pemulangannya oleh Haji Uma dan PPAM

Selain itu, kata Perwira Menengah Melati Dua ini, jika orang tua menginginkan anaknya lulus menjadi anggota Polri (AKPOL, Bintara, Tamtama) maka harus melalui persiapan seperti Bimbel Psicology, Bimbel Akademik, Latihan Jasmani secara benar dan teratur, artinya bahwa Harus ada persiapan pribadi dari sipelamar, “jelasnya.

Diakhir penuturannya, Kapolres Nias mengingatkan kepada orang tua, sebelum anak mendaftar menjadi anggota Polri, alangkah lebih baik orang tua membericarakan terlebih dahulu kepada anaknya, apakah dia benar-benar ingin menjadi anggota Polri atau hanya ikut-Ikutan, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap Psicology sang anak ketika telah menjadi seorang anggota Polri, sebab tugas menjadi anggota Polri tidak semudah atau seindah yang di bayangkan, tetapi ketika keinginan menjadi anggota Polri karena panggilan hati untuk mengabdi, maka seberat apapun tugas yang di emban akan menjadi sebuah kebanggaan dan motivasi, “ ujarnya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *