Dairi – Lensabidik.Com
Terkait tewasnya, Naman Putra Berasa yang merupakan warga Lae Salak kabupaten Dairi, propinsi Sumatera Utara masih menyisakan tanda tanya besar dan penuh misteri bagi pihak keluarga.
Pasalnya saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa lagi, pihak keluarga menduga meninggalnya Naman Putra Berasa merupakan korban pembunuhan brutal yang hingga kini belum menemui titik terang.
Korban inisial Naman Putra Berasa (photo) dilaporkan hilang sejak 18 Maret 2026 sejak dijemput dari kedai tuak oleh HT dan di bawa kesebuah barak yang diduga tempat berkumpulnya para pemakai dan bandar narkoba. Keesokan harinya sang isteri mencari korban ke TKP dan ke Polsek tiga lingga namun jawaban dari pihak kepolisian menyatakan tidak mengetahui karena bukan wilayah hukum mereka.
Merasa tidak mendapatkan kejelasan dari Polsek Tiga Lingga keluarga kemudian melaporkan ke polres Dairi pada tanggal 22 Maret 2026 dengan laporan orang hilang namun keluarga merasa laporan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius oleh pihak polres Dairi.

Hingga akhirnya pada tanggal 23 Maret 2026 korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi dan mengenaskan disebuah sungai di Lau Gunung setelah dilakukan pencarian jasad korban di indikasi mengalami tindak kekerasan brutal.
Bola mata kiri hilang, Rahang hancur tidak berbentuk, Luka sayat bendahara tajam di bagian perut, pergelangan tangan dan kaki lebam, jari tangan kiri hilang sebagian.
Desak Kepolisian Menyikapi persoalan dugaan pembunuhan berencana ini Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara angkat bicara.
Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara Paulus Peringatan Gulo, SH, MH mengambil sikap untuk segera mendesak Polres Dairi untuk menuntaskan kasus tersebut.
Untuk itu, kata Paulus P Gulo, yang didampingi Sekretaris DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara Drs. Rafli Tanjung dan Bendahara Budi Rismianto Berutu, ST, MAP di sekretariat DPD Pemuda Demokrat Indonesia Subatera Utara jl Kejaksaan Medan, Selasa (13/04/2026).
Menurutnya pihak kepolisian harus proaktif dalam menyikap tabir dugaan pembunuhan berencana tersebut.
“Kia minta secara tegas kebijakan pihak kepolisian, kata bung Paulus yang akrab dipanggil dari kalangan aktivis organisasi nasional ini.
Sikap ini perlu diambil secepatnya untuk menuntaskan kasus itu, terangnya lagi. Sehingga akan terungkap pelaku sebenarnya. “Ini harus diusut secara tuntas kata Paulus lagi.
Jia hal ini di biarkan berlarut-larut akan memperlihatkan preseden buru dalam tatanan hukum. Untuk itu kita berharap, penegakan hukum harus tegakan dan transparan dalam menyikap tabir misteri Kematian Naman Putra Berasa, tegasnya.













