Example floating
Example floating
Berita

Kapolres Nias Dinilai Tak Mampu Menangani Kasus Viral Di Wilayah Hukumnya

34
×

Kapolres Nias Dinilai Tak Mampu Menangani Kasus Viral Di Wilayah Hukumnya

Sebarkan artikel ini

Nias – Lensabidik.Com

Kinerja Kapolres Nias kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah kasus kriminal dan peristiwa viral di wilayah hukum Kabupaten Nias Utara dinilai belum mampu dituntaskan secara maksimal. Kritik keras tersebut disampaikan oleh Silsilah K.P.A Halawa, yang menilai aparat kepolisian lebih banyak menunjukkan pencitraan dibandingkan hasil nyata di lapangan.

Menurut Silsilah K.P.A Halawa, S.H., C.PP, dalam kurun waktu singkat terdapat beberapa kasus besar yang menyita perhatian masyarakat namun hingga kini belum memberikan kepastian hukum yang jelas kepada publik.

“Kapolres Nias dinilai terlalu banyak gaya dan pencitraan, tetapi kinerja dalam mengungkap kasus justru tidak terlihat. Masyarakat butuh bukti kerja nyata, bukan sekadar seremonial dan publikasi,” tegas Silsilah kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga :  Baksos HBA ke-64 dan HUT IAD ke-XXIV, Keluarga Besar Kejati Sumut Gelar Donor Darah

Ia menyoroti sedikitnya tiga kasus yang menjadi perhatian masyarakat luas, yakni peristiwa warga diterkam buaya di wilayah Turezouliho, penemuan mayat di Sungai Batoto, serta kasus kematian seorang siswi SMK di Kecamatan Alasa Talumuzoi yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Kasus pertama adalah insiden tragis seorang warga yang diterkam buaya di wilayah Turezouliho, Kabupaten Nias Utara. Peristiwa tersebut sempat viral dan menimbulkan keresahan masyarakat, terutama terkait keamanan warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai. Namun, penanganan dan langkah konkret dari pihak berwenang dinilai belum memberikan solusi yang jelas.

Baca Juga :  Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan Lantik 33 Pajabat, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja Menjabat Direktur Pengamanan dan Intelijen

Selanjutnya, publik juga dihebohkan dengan penemuan mayat di Sungai Batoto yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap secara terang kepada masyarakat. Minimnya informasi perkembangan kasus menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik.

Selain itu, kematian seorang siswi SMK di Kecamatan Alasa Talumuzoi juga menjadi perhatian serius masyarakat. Dugaan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut membuat warga berharap aparat kepolisian segera bertindak cepat dan transparan untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Teluk Nibung Kontrol Lahan Jagung

Silsilah menegaskan bahwa masyarakat Nias Utara membutuhkan aparat penegak hukum yang bekerja secara profesional, responsif, dan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Jabatan itu amanah. Kalau kasus demi kasus terus menjadi misteri tanpa kepastian, maka wajar masyarakat mempertanyakan kapasitas dan keseriusan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran di wilayah hukum Polres Nias agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tidak semakin menurun.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Nias belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan tersebut.

Penulis: Team RedaksiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *