Example floating
Example floating
Berita

Pemuda Dairi Bangkitkan Harum Pinang Lokal Lewat Program Mandiri

187
×

Pemuda Dairi Bangkitkan Harum Pinang Lokal Lewat Program Mandiri

Sebarkan artikel ini

DAIRI – LENSABIDIK.COM

Di antara hamparan bukit dan lembah hijau yang menjadi ciri khas Kabupaten Dairi, anak muda tampil dengan gagasan segar dan langkah berani. Ia adalah Lucky Boy Sianturi putra daerah yang memutuskan untuk menanam, bukan sekadar kata, melainkan harapan baru bagi tanah kelahirannya.

Di tengah arus besar urbanisasi dan ketertarikan generasi muda terhadap dunia digital, ia justru memilih kembali ke tanah kelahirannya, ke akar yang memberi napas bagi kehidupan masyarakat Dairi.

Melihat peluang yang nyaris terlupakan pinang lokal, tanaman yang selama ini tumbuh di pekarangan warga,dan tanaman pembatas kebun namun jarang dianggap bernilai ekonomi tinggi.

Langkah awal sederhana, membuka lahan kecil untuk pembibitan pinang lokal.

Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan visi besar menjadikan pinang Dairi dikenal di tingkat nasional, bahkan internasional. “Kita tidak ingin hanya menjadi penonton saat daerah lain memasarkan pinang mereka.

Baca Juga :  Bayu Angkasa, Siswa MAN 2 Model Medan Raih Penghargaan Inisiator Muda Moderasi Beragama Kemenag RI

Dairi juga punya varietas yang kuat, adaptif, dan bernilai tinggi. Ia ingin memperkenalkannya sebagai kekayaan lokal yang harus dikembangkan,” tutur Lucky Boy Sianturi dengan nada yakin.

Gerakan mereka dinamai “Mandiri”, akronim dari Menanam di tanah yang luas dan subur untuk Tanoh

Kekelengen Dairi. Nama yang sederhana namun sarat makna. Mandiri bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan gerakan sosial yang berupaya menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap identitas agraris sektor pertanian Dairi.

Lucky Boy Sianturi, yang kini menjadi salah satu motor penggerak lapangan, mengisahkan bagaimana mereka harus memulai dari nol. “Awalnya kami hanya punya bibit seadanya, hasil dari mengumpulkan biji pinang lokal dari berbagai desa. Tapi dari situ kami belajar tentang kesabaran, tentang bagaimana sebuah tanaman butuh waktu dan ketelatenan seperti halnya cita-cita,” ujarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Lucky telah berhasil mengembangkan ratusan bibit pinang lokal yang kini siap tanam, juga tengah menelusuri potensi varietas unggul khas Dairi, dengan karakter batang kuat dan daya hasil tinggi. “Ia ingin memberi nilai tambah dan ekonomi bagi pinang ini. Agar nanti ketika dipasarkan, ada identitas jelas ini pinang dari Dairi,”

Baca Juga :  Kapolres Lhokseumawe Silaturahmi ke Dayah Nahdatul Ulum Temui Waled Bayu

Melalui program Mandiri, Lucky juga berencana melibatkan petani muda dan siswa/i sekolah menengah dalam kegiatan edukasi pertanian. Harapannya, generasi muda Dairi tidak lagi memandang bertani sebagai pekerjaan “kelas dua”, melainkan sebagai profesi yang membanggakan dan modern.

“Kalau bukan kita yang melanjutkan, siapa lagi…? Dairi butuh tangan-tangan muda untuk kembali menanam,” kata Lucky Boy dengan senyum optimis.

Program ini juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan universitas, untuk melakukan riset varietas pinang, pelatihan agribisnis, serta sertifikasi produk lokal dan menjadikan Gerakan Mandiri ini dapat memecahkan Rekor Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia Jumlah Bibit Pinang Terbanyak Se Indonesia. Ke depan, Lucky berharap pinang lokal bisa menjadi komoditas unggulan baru yang berdampingan dengan kopi Sidikalang ikon kebanggaan Dairi yang telah mendunia.

Baca Juga :  Lapas Sinabang Raih Penghargaan atas Pelayanan Humanis dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA)

Langkah ini memang baru permulaan, namun semangatnya adalah tonggak sejarah kecil bagi Dairi. Ditengah dunia yang bergerak cepat, pemuda ini memilih melangkah perlahan namun pasti menanam pohon, menanam harapan, dan menanam kembali keyakinan bahwa masa depan Dairi ada di tangan.

“Semua berawal dari cinta kepada tanah kelahiran,” ucap Lucky menutup pembicaraan, sambil menatap barisan bibit pinang yang tumbuh di bawah sinar sore. anak muda Dari tanah Dairi, semoga harum pinang lokal itu kelak menyebar ke seluruh negeri membawa pesan bahwa kemandirian dan kebanggaan daerah dimulai dari keberanian untuk kembali menanam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *