Example floating
Example floating
Berita

Kapolri Minta Maaf Atas Insiden Meninggalnya Seorang Ojol Yang di Lindas Mobil Brimob Rantis

487
×

Kapolri Minta Maaf Atas Insiden Meninggalnya Seorang Ojol Yang di Lindas Mobil Brimob Rantis

Sebarkan artikel ini
Oplus_16777216

Jakarta – Lensabidik.Com

Pengemudi ojek online (ojol) yang jadi korban dilindas mobil taktis (Rantis) Brimob ternyata ada dua orang dalam kericuhan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam. Satu pengemudi ojol meninggal dan satu lagi kondisi kritis.

Pengemudi ojol yang meninggal bernama Affan Kurniawan. Jenazah korban dimakamkan di TPU Karet Bivak pukul 09.00 WIB pagi ini.

Peristiwa memilukan itu terjadi ketika Rantis Brimob melaju kencang memecah kerumunan massa di kawasan Pejompongan, Tanah Abang. Dalam video amatir yang beredar di media sosial, tampak jelas seorang driver ojol tersungkur ke jalan dan terlindas kendaraan tersebut. Suara teriakan warga pun terdengar saat korban tergilas.

Mobil taktis polisi itu sempat berhenti sejenak, tetapi kemudian kembali melaju dan melindas tubuh pengemudi ojol yang sudah terkapar.

Baca Juga :  Doa Ibu yang Menembus Langit: Kisah Hannum, Anak Rantau yang Kini Mengabdi di Kementerian Agama

Informasi yang beredar luas di media sosial menyebutkan ada dua korban ojol dalam insiden tersebut. Satu korban selamat bernama Umar, asal Sukabumi. Dalam sebuah rekaman, dia terlihat terbaring di rumah sakit dengan kondisi sadar.

Sementara korban meninggal dunia diketahui bernama Affan Kurniawan. Berdasarkan informasi yang beredar, Affan meninggal dunia usai mendapat perawatan di rumah sakit.

Unggahan foto jenazah yang sudah dibalut kain hijau memperkuat kabar duka ini. Rekan-rekan sesama ojol ramai-ramai menyampaikan belasungkawa di berbagai platform media sosial.

“Alhamdulillah yang bernama Pak Umar selamat, masih dirawat. Tapi, ada rekan kita yang lain meninggal setelah dilindas mobil Barakuda. Semoga almarhum husnul khotimah,” tulis salah satu akun komunitas ojol.

Baca Juga :  Pemko Gunungsitoli Terima Predikat Zona Hijau Dari Ombudsman RI

Warganet mendesak adanya transparansi dan klarifikasi dari aparat atas insiden ini. Gelombang kecaman terus bermunculan, terutama dari komunitas ojol yang merasa kehilangan salah satu rekan mereka.

Tragedi di depan DPR RI pada 28 Agustus 2025 ini tak hanya menyisakan kericuhan, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban serta komunitas pengemudi ojek online.

Kapolri Minta Maaf

Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas mobil Barakuda Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) malam.

“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” tutur Listyo.

Menurut dia, petugas kepolisian telah mencari keberadaan korban dan memerintahkan Propam Polri untuk menindaklanjuti perkara tersebut.

Baca Juga :  Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh. Buka Puasa Bersama Keluarga Tuna Netra Di Kelurahan Pidoli Dolok

“Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban dan saya minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut,” katanya

“Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar ojol,” tutur Listyo.

Pengamat hukum bung Sabarudin SH.MH menyampaikan kiranya Kapolri jangan hanya minta maaf saja, harus juga memberikan efek jera kepada bawahannya yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut, apapun itu di mata hukum semua warga negara wajib taat kepada hukum, jangan dilindungi anggotanya di proses secara hukum,  agar masyarakat tahu proses hukum tersebut tidak tebang pilih agar kepercayaan masyarakat kepada pihak insitusi polri semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *