Example floating
Example floating
Berita

Silaturahmi 104 Pemred Dengan Bobby Afif Nasution, Kominfo Sumut Diduga Diskriminatif

277
×

Silaturahmi 104 Pemred Dengan Bobby Afif Nasution, Kominfo Sumut Diduga Diskriminatif

Sebarkan artikel ini

Medan – Lensabidik.Com

Acara silaturahmi Pemimpin Redaksi (Pemred) bersama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang dijadwalkan Senin (25/8/2025) di Aula Tengku Rizal Nurdin, diduga sarat diskriminasi. Pasalnya, undangan resmi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut hanya dialamatkan kepada 104 pemred dari berbagai media cetak, online, maupun televisi.

Langkah pembatasan jumlah undangan itu menuai sorotan, apalagi berlangsung di tengah panasnya isu publik usai operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap mantan Kadis PUPR Sumut, Topan Ginting. Kritikan tajam datang dari Pemred www.Lensabidik.Com dan www.Bidiksumatera.Online, Sabarudin Daeli SE.SH.MH.C.Md, yang menilai Kominfo tidak seharusnya bersikap eksklusif.

Baca Juga :  Yurisman Laia Anggota DPRD Nisel Sosialisasi Perda Perlindungan Perempuan Dan Anak

“Silaturahmi seharusnya menjadi ruang kebersamaan seluruh insan pers. Tapi kalau hanya 104 Pemred yang dipilih, itu memberi kesan pemerintah dekat dengan kelompok media tertentu saja. Padahal jumlah media di Sumut ini ratusan,” ujar bung Udin yang juga penggiat korupsi dan juga wakil Sekjend di FORWAKA SUMUT (Forum Wartawan Kejaksaan Sumut), Minggu malam (24/8/2025).

Baca Juga :  Pasangan Sokhiatulo Laia - Yusuf Nache Sementara Raih Suara 53 Ribu

Menurutnya, pembatasan undangan justru menimbulkan persepsi negatif, baik bagi kalangan pers maupun masyarakat.

“Publik bisa bertanya-tanya, apa alasan sebenarnya undangan ini dibuat terbatas. Media adalah mitra strategis pemerintah, bukan hanya mereka yang dianggap ‘aman’. Kalau ingin transparan, buka pintu selebar-lebarnya, jangan diskriminatif,” ujarnya.

Bung Udin  juga mengingatkan agar agenda silaturahmi tidak dijadikan sekadar panggung pencitraan.

“Komunikasi pemerintah harus inklusif, apalagi di tengah kondisi politik dan hukum yang sedang memanas. Jangan memilih-milih media. Itu sama saja mengabaikan peran pers sebagai kekuatan publik yang tidak bisa dibungkam,” tegasnya.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenagsu : Seni Budaya Islam Bentuk Karakter dan Akhlak Generasi Muda

Dan beliau berharap kepada seluruh rekan-rekan rekan yang tergabung di FORWAKA SUMUT, jangan gentar untuk memberitakan serta kelanjutan dalam OTT kadis PUPR Sumut dan yang lainnya, ini abdi kita sebagai informasi ke publik agar rakyat tahu endingnya selanjutnya.ujar bung udin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *