Medan – Lensabidik.Com
Forum Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (FPM-SU) menyampaikan apresiasi atas komitmen Wali Kota Medan dalam membuka ruang dialog dan kolaborasi bersama generasi muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi besar *“Medan Untuk Semua”*. Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Wali Kota Medan, Ketua Umum FPM-SU, **Ilham Panggabean**, bersama jajaran pengurus menyampaikan sejumlah gagasan strategis yang bertujuan memperkuat pembangunan Kota Medan melalui keterlibatan aktif pemuda dan mahasiswa. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah dan generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan kota.
Menurut Ketua Umum FPM-SU, **Ilham Panggabean**, Kota Medan memiliki modal besar untuk menjadi kota metropolitan yang maju dan berdaya saing, terutama dengan keberadaan ribuan mahasiswa, komunitas kreatif, dan generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual serta semangat inovasi. Karena itu, pemuda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan, melainkan harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan kota, mulai dari pengangguran, pendidikan, lingkungan, ekonomi kreatif, hingga transformasi digital. FPM-SU meyakini bahwa pembangunan yang melibatkan generasi muda akan menghasilkan kebijakan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Dalam audiensi tersebut, FPM-SU menyerahkan dokumen *Policy Brief* yang memuat berbagai rekomendasi strategis untuk mendukung pembangunan Kota Medan. Beberapa usulan yang disampaikan antara lain pembentukan Forum Kolaborasi Pemuda dan Mahasiswa Kota Medan, penguatan program kewirausahaan pemuda, pengembangan pusat inovasi dan kreativitas generasi muda, peningkatan partisipasi pemuda dalam proses perencanaan pembangunan daerah, serta pembangunan kebijakan berbasis riset dan data. FPM-SU menegaskan kesiapan menjadi mitra pembangunan yang tidak hanya memberikan masukan, tetapi juga terlibat langsung dalam implementasi program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di sela-sela diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, **Wali Kota Medan Rico Waas** menyampaikan apresiasi atas langkah, inisiatif, serta gagasan yang dihadirkan oleh FPM-SU. Menurutnya, keterlibatan pemuda dan mahasiswa dalam pembangunan merupakan kebutuhan penting bagi Kota Medan yang sedang bergerak menuju kota yang lebih maju, inklusif, dan kompetitif. Rico Waas menilai bahwa berbagai ide yang disampaikan FPM-SU menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap masa depan daerah dan menjadi energi positif dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, akan terus membuka ruang dialog dan kemitraan dengan organisasi kepemudaan sebagai bagian dari semangat mewujudkan visi *“Medan Untuk Semua”*.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Kepala Bappeda Kota Medan Ferri Ichsan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan H. Tengku Chairuniza, serta Andi Mario Siregar, Sementara dari FPM-SU hadir Ilham Panggabean (Ketua Umum), Ridho Akbar (Sekretaris), Rahmad Hidayat Munthe (Bendahara), Ahsanul Hakim Hasibuan (Presidium), dan Abdul Rasyid Nasution (Presidium). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa pembangunan Kota Medan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan generasi muda. FPM-SU pun menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra kritis sekaligus mitra kolaboratif Pemerintah Kota Medan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Kami percaya bahwa Medan akan menjadi kota yang semakin maju apabila pemerintah dan generasi muda berjalan beriringan. Dari Pemuda untuk Medan, dari Medan untuk Indonesia.” Ilham Panggabean, Ketua Umum FPM-SU.













