Example floating
Example floating
OPINI

Makan Bergizi Gratis dan Masa Depan Sumatera Utara

88
×

Makan Bergizi Gratis dan Masa Depan Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini

Medan -Lensabidik.Com

Strategi Makan Bergizi Gratis di Sumatera Utara bukan sekadar program sosial, melainkan fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dalam pemaparannya pada Forum Latihan Kader III Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi Sumatera Utara, Teuku Agung Kurniawan, S.T., M.Han menekankan bahwa akses terhadap makanan bergizi adalah hak dasar yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia. Ia menjelaskan bahwa intervensi gizi yang tepat sejak dini akan meningkatkan kapasitas belajar, produktivitas, serta daya saing generasi muda Sumatera Utara di masa depan.

Baca Juga :  Menakar Wajah Kemanusiaan di Tingkat Lokal: Otonomi, Rumah Singgah, dan Politik Kesejahteraan

Lebih lanjut, Teuku Agung Kurniawan memaparkan bahwa program makan bergizi gratis juga memiliki efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan melibatkan pelaku UMKM, petani, dan nelayan dalam rantai pasok bahan pangan, program ini mampu menciptakan perputaran ekonomi yang inklusif. Ia menilai bahwa kebijakan ini tidak hanya menekan angka stunting dan malnutrisi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.u

Dalam perspektif pembangunan jangka panjang, ia menegaskan bahwa investasi pada gizi adalah investasi strategis bagi masa depan bangsa. Generasi yang sehat dan cerdas akan menjadi motor penggerak pembangunan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap tantangan global. Oleh karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan untuk memastikan keberlanjutan program ini agar tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan menjadi gerakan kolektif yang terstruktur dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Menakar Wajah Kemanusiaan di Tingkat Lokal: Otonomi, Rumah Singgah, dan Politik Kesejahteraan

Sementara itu, Ilham Panggabean sebagai peserta kegiatan memberikan pandangan kritis sekaligus konstruktif. Ia menilai bahwa implementasi program makan bergizi gratis masih menghadapi tantangan dalam hal distribusi yang merata dan pengawasan kualitas. Namun, ia menawarkan solusi konkret berupa digitalisasi sistem distribusi, transparansi anggaran berbasis publik, serta pelibatan aktif mahasiswa sebagai relawan pengawas di lapangan. Ilham juga menyatakan dukungannya terhadap gagasan yang disampaikan Teuku Agung Kurniawan, seraya berharap agar program ini dapat dioptimalkan dengan pendekatan kolaboratif sehingga benar-benar mampu mendorong kemajuan Sumatera Utara secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *