Example floating
Example floating
Berita

HUT Kabupaten Simeulue Sepi Pemberitaan, Ada Apa dengan Pemerintah Daerah?

311
×

HUT Kabupaten Simeulue Sepi Pemberitaan, Ada Apa dengan Pemerintah Daerah?

Sebarkan artikel ini

Simeulue – Lensabidik.Com

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Simeulue ke- 26 yang jatuh pada Oktober ini justru berlangsung sunyi dari sorotan media. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan yang seharusnya menjadi momen refleksi dan kebanggaan daerah kini terasa hambar tanpa gaung informasi di ruang publik.

Ahmad hidayat akrab disapa Wak Rimba, salah satu pemuda Simeulue, menyayangkan kondisi ini. Ia menilai ada yang keliru dalam komunikasi antara Pemerintah Daerah dan insan pers.

Baca Juga :  PROJO Nias Tolak Pemindahan PLTG 25 MW Dari Pulau Nias

“Biasanya, hari besar seperti ini menjadi momentum publikasi capaian dan harapan daerah. Tapi sekarang malah sepi. Ini jadi sinyal buruk,” ungkapnya.

Ketertutupan informasi publik di hari penting seperti ini menimbulkan tanda tanya besar. Apakah Pemda sengaja menutup akses informasi? Atau justru ada ketidaksinkronan dengan media lokal yang selama ini menjadi pilar kontrol sosial?

Baca Juga :  Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah Anggota DPRD Sumut Periode 2024-2029

Lebih lanjut, Wak Rimba menilai diamnya insan pers bukan tanpa alasan. “Bisa jadi karena mereka merasa tidak lagi dilibatkan, dianggap tak penting, sehingga memilih bungkam,” tegasnya.

Jika insan pers yang selama ini menjadi mata dan telinga masyarakat tidak diberdayakan, maka wajar jika perayaan HUT daerah terasa seperti kegiatan internal belaka. Padahal, transparansi dan kolaborasi dengan media adalah kunci dalam membangun kepercayaan publik.

Baca Juga :  Manager  Marketing BSI Cabang S.Parman Cekcok Dengan Nasabah, Roya Yang Di Urus Di BPN Medan Ternyata Nihil

HUT ke- 26 Simeulue justru membuka wajah lain pemerintahan: kurangnya komunikasi, minimnya partisipasi publik, dan abainya terhadap peran media.

Pemerintah perlu menjawab, apakah ini cerminan arah kepemimpinan yang tertutup?
Sebuah perayaan seharusnya menjadi ruang kebersamaan, bukan panggung sunyi tanpa gema.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *