Example floating
Example floating
Pendidikan

Wujudkan Madrasah Ramah Anak MIN 1 Nisel Gelar Kampanye Anti Perundungan Dalam MATAMUDA

3
×

Wujudkan Madrasah Ramah Anak MIN 1 Nisel Gelar Kampanye Anti Perundungan Dalam MATAMUDA

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

Teluk Dalam – Lensabidik.Com

Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan menjadi prioritas utama bagi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Nias Selatan (Nisel) . Dalam rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATSAMA) tahun ajaran 2026/2027, madrasah secara khusus menggelar edukasi intensif mengenai pencegahan perundungan (anti-bullying) bagi para murid baru, Rabu, (15/07/2026).

Materi anti-perundungan ini disampaikan oleh Sutri Nuryanti Melayu, seorang pendidik yang dikenal aktif dalam program perlindungan anak. Dalam penyampaiannya, Sutri menggunakan pendekatan yang ramah anak agar pesan moral dapat terserap dengan baik oleh para siswa baru. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini bertujuan untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya saling menghargai dan menyayangi antar sesama teman.

Kepala MIN 1 Nias Selatan, Syukrida Larosa, S.Pd.I, menekankan bahwa madrasah harus menjadi “Rumah Kedua” bagi siswa yang bebas dari segala bentuk intimidasi. Menurutnya, karakter yang sehat hanya bisa tumbuh di lingkungan yang suportif.

Baca Juga :  Sekolah Al-Washliyah Disegel, Siswa Belajar Diluar, Ketua DPW Al- Washliyah Sumut H.Dedi Iskandar Sesalkan Sikap Pemkab Deli Serdang

“Kami ingin setiap siswa yang masuk ke MIN 1 Nias Selatan merasa aman dan dihargai. Melalui materi anti-perundungan yang disampaikan oleh Ibu Sutri Nuryanti Melayu, kami menanamkan nilai dasar bahwa setiap individu memiliki martabat yang harus dihormati. Tidak ada tempat untuk perundungan di madrasah kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syukrida menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aktivitas sesaat. Pihak madrasah telah berkomitmen untuk terus memantau interaksi siswa dan memperkuat pengawasan guru di setiap sudut madrasah. “Kami membangun sistem di mana setiap anak merasa berani untuk bicara dan melaporkan jika mereka melihat atau mengalami ketidaknyamanan. Ini adalah langkah awal kami membangun generasi yang berempati tinggi,” tegasnya.

Baca Juga :  Siswa MAN 2 Labura Sabet Penghargaan Nasional, Raih Juara 1 Gen Halal Championship 2025

 

Kegiatan MATSAMA bertema anti-perundungan ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk para orang tua murid yang hadir. Mereka merasa tenang mengetahui bahwa madrasah memberikan perhatian serius terhadap aspek psikologis dan sosial anak di luar aspek akademik.

Dengan adanya edukasi sejak masa orientasi ini, diharapkan murid baru MIN 1 Nias Selatan dapat menjalin pertemanan yang sehat, sportif, dan penuh kasih sayang. Program ini menjadi bukti nyata kesiapan MIN 1 Nias Selatan dalam mengimplementasikan konsep Madrasah Ramah Anak yang berbasis pada kasih sayang dan pendidikan karakter yang kuat di wilayah Nias Selatan.

Rangkaian kegiatan edukasi tersebut meliputi, edukasi visual melalui video yaitu para murid diajak menyaksikan tayangan video edukasi yang menggambarkan dampak negatif perundungan serta pentingnya menjadi teman yang baik. Melalui visualisasi tersebut, siswa diajarkan untuk mengenali bentuk-bentuk perundungan, baik secara fisik maupun verbal, serta keberanian untuk melaporkan tindakan tersebut kepada guru.

Baca Juga :  Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Gelar Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah Pada Yayasan Pendidikan Riad Madani

Kemudian Ikrar bersama anti perundungan yaitu momen paling khidmat terjadi saat seluruh murid baru melakukan pembacaan Ikrar Bersama. Dengan suara lantang dan penuh semangat, mereka berjanji untuk tidak melakukan perundungan, saling melindungi teman, dan menciptakan suasana pertemanan yang harmonis di lingkungan madrasah, dan kreativitas mewarnai poster yaitu untuk menanamkan pesan dalam ingatan murid, kegiatan dilanjutkan dengan sesi mewarnai poster bertema anti-perundungan. Setiap anak mengekspresikan pemahaman mereka melalui warna, menciptakan karya seni yang nantinya akan dipajang di lingkungan madrasah sebagai pengingat akan komitmen bersama.

Penulis: UdinsEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *