Example floating
Example floating
Berita

Pemerintah Siapkan Skema Baru Untuk Kuota Haji Nasional, Mengurangi Antrian jamaah 

340
×

Pemerintah Siapkan Skema Baru Untuk Kuota Haji Nasional, Mengurangi Antrian jamaah 

Sebarkan artikel ini

Tangerang- Lensabidik.Com

Antrean panjang untuk bisa berangkat haji reguler selama ini bikin pusing calon jemaah di berbagai daerah. Bayangkan saja, di Kabupaten Banten, Sulawesi Selatan, jemaah harus menunggu hingga 47 tahun. Sedangkan di Kayong Utara, Kalimantan Barat, masa tunggunya “cuma” 15 tahun. Perbedaan ekstrem inilah yang akhirnya mendorong pemerintah mengubah total sistem pembagian kuota haji.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pola lama pembagian kuota sudah tidak sesuai dengan aturan. “Selama ini pola lama (pembagian kuota haji reguler) tidak sesuai undang-undang,” kata Dahnil di Tangerang, Senin (29/9).

Baca Juga :  KODRAT Paparkan Agenda Ke KONI Medan

Menurutnya, Indonesia menerima kuota haji dari Arab Saudi dalam bentuk satu paket. Namun saat dibagi ke provinsi, kabupaten, dan kota, hasilnya timpang. Ada wilayah yang masa tunggunya sampai 40 tahun lebih, ada juga yang belasan tahun saja.

Baca Juga :  Perizinan The Vampire Spa Disoal, Pengawasan Dispar Medan dan Satpol PP Penindakan

“Dengan rata-rata antreannya nanti 25 atau 26 tahun,” jelas Dahnil. Dia tak menampik aturan baru ini akan menuai pro dan kontra. Daerah dengan antrean pendek bakal kehilangan sebagian kuota, sementara wilayah yang menunggu puluhan tahun akhirnya mendapat tambahan jatah.

Meski begitu, menurut Dahnil, sistem ini jauh lebih adil. Ia mencontohkan soal nilai manfaat dari pengelolaan dana haji. Selama ini, daerah dengan antrean super panjang justru tidak mendapat porsi imbal hasil yang layak. Padahal logikanya, makin lama menunggu, makin besar manfaat yang semestinya diterima.

Baca Juga :  Direktur Bina Haji : Petugas Haji Harus Punya Kompetensi, Jangan Jadi “Pisau Tumpul”

Rencana pengaturan ulang antrean ini akan segera dibawa ke Komisi VIII DPR. “Kami akan rapat bersama DPR besok, sekaligus membahas persiapan haji 2026,” ujar Dahnil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *