Example floating
Example floating
Berita

Nama Prabowo Disenggol, GERINDRA dan GEKIRA Sumut Klarifikasi Persoalan Chappel ke USU

4
×

Nama Prabowo Disenggol, GERINDRA dan GEKIRA Sumut Klarifikasi Persoalan Chappel ke USU

Sebarkan artikel ini

Medan – Lensabidik.Com

Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira) Sumatera Utara turun ke Universitas Sumatera Utara (USU) untuk melakukan klarifikasi terkait permasalahan penutupan Chappel USU yang kini memicu kontroversi.

Ketua Gekira Sumut, John Sari Haloho mengatakan kedatangan mereka ke kampus tersebut untuk bertemu langsung dengan pihak yayasan Chappel USU guna mendapatkan informasi yang lengkap terkait masalah yang kini menjadi salah satu sorotan di media massa dan media sosial.

“Kami turun karena sekarang narasinya juga mulai berkembang dan ada yang menyinggung nama Presiden kita pak Prabowo Subianto. Kami meminta apa pun persoalan soal Chappel ini janganlah bawa-bawa nama pak Prabowo,” kata John Sari Haloho, Senin, 25 Mei 2026.

Baca Juga :  Jaksa Agung Dampingi Mensesneg Umumkan Pencabutan Izin 28 Perusahaan  Termasuk  PT Toba Pulp Lestari, Tambang Emas Martabe dan PT North Sumatera Hydro Energy Pasca Banjir Sumatera 

John Sari Haloho mengatakan dalam pertemuan tersebut dirinya didampingi Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut Robert Lumban Tobing. Mereka bertemu dengan unsur pengurus Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU yang diwakili Ketua Prof. Dr. Robert Sibarani dan Sekretaris Ir. Richard Marpaung, Yayasan Chapel USU yang diwakili Prof. Dr. Ningrum Natashya Sirait serta mantan Wakil Rektor USU Bidang Aset Prof. Dr. Luhut Sihombing.

“Dalam klarifikasi tersebut kami mendapatkan informasi bahwa bahwa tidak pernah ada larangan beribadah maupun penutupan rumah ibadah di lingkungan USU. Sebaliknya, pihak kampus disebut memiliki komitmen untuk menghadirkan fasilitas kerohanian yang lebih baik bagi sivitas akademika Kristen,” ujar John Sari.

Baca Juga :  Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Oleh Pemko Tanjungbalai

Dalam pertemuan itu kata John, para pihak yang hadir juga menjelaskan bahwa Chapel USU merupakan fasilitas kerohanian kampus yang melayani berbagai denominasi Kristen dan bukan gereja di bawah lembaga gerejawi tertentu. Chapel selama ini digunakan sebagai pusat kegiatan ibadah, pembinaan iman, hingga sekretariat bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Kristen.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa pihak universitas tidak pernah memberikan izin perubahan status Chapel USU menjadi gereja. Meski demikian, USU disebut tetap membuka ruang bagi pelaksanaan kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan mahasiswa Kristen di lingkungan kampus.

Dengan jumlah mahasiswa Kristen yang diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 orang, kebutuhan akan fasilitas kerohanian yang lebih representatif dinilai menjadi hal penting dalam mendukung kehidupan akademik dan spiritual mahasiswa.

Baca Juga :  Diragukan Kejanggalan dalam Surat Kadis PUPR Terkait Pengambilan Besi Leger Jembatan.

Atas kondisi ini, Gerindra dan GEKIRA Sumut mengajak seluruh pihak menjaga suasana tetap kondusif serta tidak menggiring persoalan internal kampus ke arah politisasi maupun narasi yang berpotensi memicu perpecahan.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi provokatif maupun bernuansa SARA terkait persoalan Chapel USU. Seluruh pihak berharap penyelesaian persoalan dapat dilakukan melalui dialog, komunikasi yang sehat, dan semangat kekeluargaan,” sebut John Sari.

John mengatakan usai pertemuan tersebut mereka memahami secara utuh persoalan yang ada. Mereka berharap publik juga dapat memahami persoalan yang ada secara utuh sehingga tidak terprovokasi dengan isu yang lain.

Penulis: DarwanEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *