Example floating
Example floating
Bencana Alam

MTsN 1 Langkat Jadi Lokasi Evakuasi Korban Banjir Tanjung Pura

203
×

MTsN 1 Langkat Jadi Lokasi Evakuasi Korban Banjir Tanjung Pura

Sebarkan artikel ini

Langkat – Lensabidik.Com

Banjir yang melanda Kecamatan Tanjung Pura sejak Kamis (27/11/2025) membuat ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Langkat menyiapkan diri sebagai salah satu lokasi evakuasi korban banjir.

Pihak madrasah membuka akses bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal darurat. Langkah ini bertujuan membantu meringankan beban warga terdampak. Suasana halaman madrasah kini dipadati para pengungsi.

Sebanyak 24 ruang kelas MTsN 1 Langkat digunakan sebagai hunian sementara bagi masyarakat korban banjir. Ruang-ruang tersebut disulap menjadi area istirahat dengan fasilitas seadanya. Para warga membawa perlengkapan masing-masing untuk dapat bertahan selama masa evakuasi.

Baca Juga :  Innalilahi wa inalillahi rojiun 8 Orang  Tamu Allah Embarkasi Medan Wafat Ditanah Suci

MTsN 1 Langkat menjadi harapan baru bagi warga yang rumahnya terendam air. Maklum, ketinggian banjir di sekitar madrasah ini mencapai dua meter dan itu mengakibatkan akses jalur darat terputus.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di MTsN 1 Langkat terpaksa dihentikan sementara, mengingat kondisi yang tidak memungkinkan. Kebijakan ini juga diambil demi mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung.

“Proses pembelajaran akan dijadwalkan ulang setelah kondisi kembali normal. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan kenyamanan para pengungsi,” ujar Kepala MTsN 1 Langkat, Syamsul Bahri.

Menurutnya, fasilitas madrasah terbuka sepenuhnya untuk masyarakat terdampak. Ia mengungkapkan bahwa ruang kelas dan fasilitas lainnya dapat digunakan sesuai kebutuhan. Syamsul Bahri menegaskan pentingnya menjaga ketertiban selama berada di lingkungan madrasah.

Baca Juga :  Update Bencana Alam Sumut : 10 Jasad Ditemukan, 6 Dikumpulkan di Puskesmas Batangtoru

“Saya harap para pengungsi dapat saling menghormati demi menciptakan suasana yang kondusif. Kerja sama semua pihak diharapkan mampu memperlancar proses evakuasi,” paparnya.

Syamsul Bahri berharap banjir segera surut. Ia mengajak seluruh pihak untuk tetap bersabar menghadapi situasi yang tidak mudah ini. Menurutnya, kepedulian antar warga adalah aspek penting dalam mengurangi dampak bencana.

“Saya berterima kasih kepada guru, staf, dan masyarakat yang turut membantu proses penanganan pengungsi. Semangat gotong royong menjadi kunci ketangguhan dalam menghadapi musibah,” tuturnya.

Sejak 30 November 2025, sejumlah relawan terlihat membantu proses distribusi bantuan di lingkungan madrasah. Mereka menyalurkan makanan, pakaian, dan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan harian pengungsi. Berbagai organisasi kemanusiaan juga ikut memberikan dukungan moral dan material. Kehadiran relawan sangat membantu menjaga kelancaran kegiatan di lokasi evakuasi.

Baca Juga :  LBH Medan Desak Presiden Prabowo Tetapkan Bencana di Aceh, Sumut & Sumbar sebagai Bencana Nasional

Para pengungsi bersyukur karena mendapat tempat perlindungan yang memadai. Mereka merasa terbantu dengan fasilitas yang disediakan pihak madrasah. Banyak di antara mereka yang kehilangan harta benda akibat banjir yang tiba-tiba datang. Ruang kelas yang aman dan bersih memberikan sedikit ketenangan di tengah situasi sulit. Mereka berharap dapat kembali ke rumah masing-masing setelah air surut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *