Nias Selatan – Lensabidik.ComKepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan H. Fadlin Gea, S.Pd, menghadiri kegiatan Asesmen Kesiapan Lintas Sektor Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), bertempat di Hotel Keitaro, Senin (10/08/2026).
Fadli Gea, menjelaskan bahwa BSAN merupakan program yang mendorong satuan pendidikan dan berbagai pihak terkait untuk bersama-sama membangun budaya perlindungan anak. Perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh orang dewasa yang berada di sekitar anak.

Melalui Program KREASI, implementasi BSAN akan didorong melalui kelompok kerja (Pokja) maupun satuan pendidikan sehingga upaya perlindungan anak dapat berjalan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Program KREASI juga menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 23 sekolah telah mendapatkan pelatihan terkait BSAN. Pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Selanjutnya, melalui asesmen lintas sektor ini, diharapkan seluruh pihak memiliki tujuan, pemahaman, dan visi yang sama sehingga implementasi BSAN dapat dilakukan secara bersama-sama di masing-masing satuan pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, Dr. Nurhayati Telambanua, M.Pd, dalam arahan sekaligus pembukaan kegiatan menyampaikan apresiasi kepada Program KREASI yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, khususnya dalam memberikan perhatian terhadap bidang pendidikan.
Ia berharap kegiatan asesmen dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi satuan pendidikan di Kabupaten Nias Selatan.
Menurutnya, BSAN merupakan hal yang sangat dibutuhkan saat ini mengingat masih terdapat peserta didik yang belum sepenuhnya merasa aman, nyaman, dan memiliki rasa keterikatan dengan lingkungan sekolah.
Nurhayati juga menekankan pentingnya setiap pihak memahami tugas dan fungsi masing-masing dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Kondisi tersebut tidak hanya perlu dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh tenaga pendidik dan seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, diperlukan partisipasi dan kolaborasi berbagai pihak agar penerapan BSAN dapat diwujudkan secara nyata di setiap sekolah.
Kehadiran Kemenag Nias Selatan dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, khususnya dalam lingkup madrasah dan satuan pendidikan keagamaan.
Kemenag berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman, nyaman, serta perlindungan bagi peserta didik dan tenaga pendidik.
Melalui sinergi lintas sektor bersama Program KREASI dan para pemangku kepentingan lainnya, diharapkan nilai-nilai perlindungan anak dapat semakin kuat dan diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan Kabupaten Nias Selatan.













