Example floating
Example floating
Olahraga

Johan Merdeka: Soal Pembiayaan Kegiatan AFF U-19, Pemko Medan Miskin Kreatifitas.

6
×

Johan Merdeka: Soal Pembiayaan Kegiatan AFF U-19, Pemko Medan Miskin Kreatifitas.

Sebarkan artikel ini

Medan – Lensabidik.Com

Ajang Penyelenggaraan Piala Asean Federation Football (AFF) U-19 yang berlangsung di Medan dan Deli Serdang, semestinya dimanfaatkan sebagai ajang promosi pariwisata bagi Kota Medan. Sebab ajang yang mengundang 10 negara yang ada di kawasan Asean plus Australia, tentu memberikan efek positif bagi pergerakan ekonomi di kedua daerah yang dijadikan homebase bagi ajang kejuaraan sepakbola kawasan Asean.

Namun, sungguh aneh dan di luar pemikiran banyak orang, pernyataan Wali Kota Medan Rico Waas yang terkesan enggan memberikan fasilitasi layanan bagi para peserta kejuaraan sepakbola Asean ini, termasuk tentang akomodasi para peserta, dengan alasan pembiayaan itu tidak di tampung dalam APBN Kota Medan, dan pernyataan ini justru memantik reaksi pro dan kontra di masyarakat, khususnya pecinta sepakbola disebabkan pernyataan seorang Wali Kota tidak layak disampaikan ke area publik, justru pernyataan itu memberi kesan bahwa Medan dan Indonesia tidak siap menjadi tuan rumah kejuaraan sepakbola antar negara-negara Asean ini.

Baca Juga :  KODRAT Paparkan Agenda Ke KONI Medan

Hal ini disampaikan Johan Merdeka, bahwa Wali Kota Medan miskin kreatifitas dan tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, apalagi menanggapi hal-hal yang semestinya tidak perlu di umbar didepan publik.

“Ajang piala AFF U-19 justru seharusnya dijadikan media pariwisata bagi dunia tentang Kota Medan, bayangkan event akbar internasional sangat jarang di Kota Medan apalagi sepakbola, olahraga paling digemari masyarakat dunia, sekelas Wali Kota memberikan pernyataan seperti ini, seolah-olah Kota Medan tidak sanggup membiayai fasilitas dengan alasan tidak ditanggung APBN Kota Medan, justru ini pernyataan konyol,”ujar Johan Merdeka geram kepada media, Kamis (4/6/2026).

Menurut aktifis pro demokrasi ini, justru apa yang diucapkan Rico Waas, semakin mempertegas konflik personalnya dengan Gubernur Bobby Nasution sangat terbuka dan sekarang PSSI pun menjadi sasaran alasan Rico Waas tidak mau membiayai fasilitas bagi peserta pertandingan ini.

“Kalau dia (Wali Kota) cerdas, seharusnya tidak memberikan komentar di area publik, cukup disampaikan secara tertutup duduk bersama PSSI dan Gubernur mencari solusi atas pembiayaan ajang ini, sebab kompetisi antar negara Asean dan Australia ini membawa nama baik Indonesia, atau Kota Medan bukan bagian dari Indonesia sehingga muncul pernyataan konyol seperti ini,”terang Johan.

Baca Juga :  Siswa MTsN Tebing Tinggi Raih Emas dan Perak pada Ajang Pencak Silat Internasional 2025

Lebih jauh dikatakan Johan, seharusnya Rico Waas lebih kreatif dalam memberi fasilitas bagi seluruh official tim luar negari yang bertanding, pembiayaan bukan hanya bersumber dari APBN, masih banyak sumber lain bagi pembiayaan ini, ini membuktikan ketidakmampuan dan pemahaman Wali Kota.

“Sangat disayangkan ucapan itu keluar dari mulut seorang Wali Kota, artinya ini menunjukkan ketidakmampuan dia memimpin Kota Medan, seharusnya ajang AFF U-19 ini menjadi kampanye positif Rico Waas sekaligus memberi angin segar bagi kebangkitan sepakbola Kota Medan yang sudah mati suri, soal pembiayaan diluar APBN bisa dilakukan dengan kerjasama dengan pihak lain, terpenting Medan sebagai tuan rumah sukses dan memberi kesan positif bagi official luar negari selama di Medan, bukan malah gaduh soal siapa yang bayar fasilitas mereka,”tegas Johan.

Baca Juga :  Ketua Panitia Edmon Purba.SH.MH Dalam  Kejuaraan Karate Kejatisu CUP II 2026 Resmi Ditutup.

Ditambahkan Johan, justru ajang ini memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi Kota Medan. Mulai hotel,. restoran hingga cendramata sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang hadir sebagai suporter tiap-tiap negara yang datang untuk melihat pertandingan, sekaligus menikmati suasana Kota Medan.

“Justru ajang kejuaraan ini memberikan efek positif bagi sektor ekonomi, hotel,. restoran dan pedagang souvenir dan itu memberikan kontribusi bagi PAD Kota Medan, jadi aneh juga pernyataan seorang Wali Kota seperti ini, inilah karena minim pengalaman dan komunikasi kurang baik, seharusnya Wali Kota kurangi berkegiatan di sosial media,.fokus bangun Kota Medan lebih baik lagi dan perbanyak event-event internasional di Kota Medan sehingga memberi dampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat,”ujarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *