Example floating
Example floating
Pendidikan

Guru MAN 3 Medan Lolos Final PIDI 2026 Lewat Inovasi EdTech Kisah Kita

8
×

Guru MAN 3 Medan Lolos Final PIDI 2026 Lewat Inovasi EdTech Kisah Kita

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

Medan – Lensabidik.Com

Dua guru MAN 3 Medan, Ahmad Suhendra Sembiring, S.Kom., dan Andy Syahputra, S.Kom., berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan lolos ke babak final ajang Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 2026 yang diselenggarakan bersama Bank Indonesia, Digdaya, dan Hackathon.(3/9/26)

Perlombaan yang dimulai pada awal Juni 2026 tersebut diikuti sekitar 2.000 tim dari berbagai daerah dan latar belakang peserta. Setelah melewati rangkaian seleksi, tim MAN 3 Medan berhasil menjadi salah satu dari 80 tim yang melaju ke babak final. Babak final PIDI 2026 akan dilaksanakan pada 24 September 2026 di Jakarta.

Ajang PIDI 2026 mempertandingkan peserta dalam dua kategori, yaitu kategori profesional dan kategori mahasiswa. Dari sekitar 2.000 tim yang mendaftar, sebanyak 800 tim berhasil lolos pada tahap pertama. Seleksi kemudian berlanjut hingga menyisakan 480 tim pada tahap kedua, sebelum akhirnya 80 tim dinyatakan lolos ke tahap ketiga sebagai finalis. Keberhasilan Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra melewati ketatnya proses seleksi tersebut menjadi capaian yang membanggakan bagi MAN 3 Medan.

Baca Juga :  Alfi Siswa MAN Taput Menembus Hukum USU di Tengah Perjuangan Merawat Ayah dan Menjaga Warung

Dalam kompetisi tersebut, kedua guru MAN 3 Medan memperkenalkan inovasi bernama “Kisah Kita”. Inovasi ini merupakan infrastruktur EdTech phygital yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif dengan memadukan perangkat fisik dan teknologi digital. “Kisah Kita” menggabungkan interaksi fisik melalui kartu Internet of Things (IoT) berbiaya rendah dengan kecerdasan generatif Google Gemini 3.1 Flash berbasis cloud. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi pembelajaran yang identik dengan kebosanan siswa.

Melalui “Kisah Kita”, siswa tidak lagi ditempatkan hanya sebagai pembaca atau penerima informasi secara pasif. Kartu IoT digunakan sebagai media interaksi fisik yang terhubung dengan sistem digital sehingga siswa dapat berinteraksi secara lebih aktif dengan materi pembelajaran. Teknologi kecerdasan generatif kemudian mendukung penyajian pengalaman belajar yang lebih dinamis dan kontekstual. Konsep tersebut mendorong siswa untuk menjadi ko-kreator sejarah yang kritis sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir, berinteraksi, dan memahami materi secara lebih mendalam.

Baca Juga :  Bunda PAUD Kota Gunungsitoli Laksanakan Kunjungan Transisi PAUD Ke SD

Capaian kedua guru tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd. Ia menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra yang mampu membawa inovasi madrasah hingga ke babak final tingkat nasional.

“Kami sangat bangga atas capaian tim MAN 3 Medan. Kami memberikan dukungan penuh dan berharap tim dapat memperoleh hasil terbaik pada babak final,” ungkapnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa guru madrasah mampu berinovasi dan menghadirkan solusi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga :  Raih Peringkat Empat Nasional, RA Marhamah Labuhan batu Terpilih Jadi Satuan Pendidikan Ramah Anak 2025

Keikutsertaan dalam PIDI 2026 juga menjadi momentum bagi MAN 3 Medan untuk menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan madrasah. “Kisah Kita” tidak hanya menawarkan pemanfaatan teknologi, tetapi juga menghadirkan pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Inovasi yang dikembangkan oleh Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi guru dan siswa MAN 3 Medan untuk terus menghasilkan karya dan inovasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *