Example floating
Example floating
Hukum & Kriminal

Polsek Medan Area, “Kalah Prapid Di PN Medan”, Akibat Laporan Palsu Ali Purba

359
×

Polsek Medan Area, “Kalah Prapid Di PN Medan”, Akibat Laporan Palsu Ali Purba

Sebarkan artikel ini

Medan – Lensabidik.Com

Kasus tindak pidana Pasal 351 KUHPidana pasal (1) yang dilaporkan Ali Purba Kapolsek Medan Area pada (05 – 01- 2024) lalu berujung di sidang prapradilan ( Prapid) di pengadilan Negri Medan.

Kasus penganiayaan dan perampasan sepeda motor yang dialami Riki Agasi, warga Raya Menteng gang, bersama kelurahan Binjai kecamatan Medan Denai berujung di pengadilan Negri medan, dimana pada saat korban sepulang dari solat Jumat bersama kedua putranya, di hadang oleh pelaku Ali Purba, yang langsung menghentikan kendaraan korban, setelah menghentikan sepeda motor korban Ali Purba langsung menarik narik korban sambil memukul korban, hingga Riki Agasi terjatuh dari sepeda motor bersama kedua putra,

setelah korban terjatuh korban mencoba menelpon istrinya tetapi pelaku berusaha merampas handphone korban sehingga terjadi tarik menarik,

Tidak sampai disitu di saat korban sibuk menolongi anaknya yang menangis dikarenakan ikut terjatuh dari sepeda motor, pelakupun langsung mengambil sepeda motor milik korban, dan meninggalkan korban bersama kedua putranya.

Mendapat perlakuan tersebut Riki Agasi melaporkan pelaku Kapolsek Medan area, ironisnya pelaku sudah lebih dulu sampai di Polsek tersebut, membuat laporan bahwa Riki Agasi telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya, anehnya sesampainya korban di Polsek Medan Area bukan diterima laporannya, malah korban di marah marahi oleh oknum di Polsek tersebut, sehingga korbanpun membuat laporan Kapolrestabes Medan.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Kasus Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan Jual Beli Mobil, Ini Pernyataan Afriadi Andika SH MH

Tetapi Selama sembilan bulan lamanya laporan korban di Polrestabes seperti tidak di tindak lanjuti dan berujung di hentikan penyidikannya di SP3kan oleh pihak Polrestabes, tempat ia melapor pada (19-09-2024) sedangkan laporan pelaku di Polsek Medan Area terus berlanjut, dan pada (07-10-2024) lalu pihak Polsek Medan area melakukan penangkapan terhadap korban, dengan sangkaan pasal. 351 KHPidana pasal (1) tindak pidana penganiayaan. atas laporan pelaku Ali Purba.

Merasa korban tidak bersalah dan nyatanya adalah korban paman korban Bersama keluarga besar (IMO) Ikatan Media Online Sumut, melakukan upaya hukum melalui PH. Datuk Nikmat Gea S.H. menempuh jalur Praperadilan (Prapid) di PN. Medan untuk pembuktian pakta pakta. Kebenaran apakah Riki Agasi memang bersalah atau tidak, yang ternyata terbukti bahwa Riki Agasi adalah korban, dan pelaku sebenarnya adalah Ali Purba, yang dengan segala kebohongannya ingin membalikkan pakta agar terkesan dirinya adalah korban, dengan segala akal liciknya berupaya ingin menjadikan Riki Agasi sebagai pelaku yang nyatanya adalah korban

Sidang Prapid yang di pimpin hakim tunggal Sulhnuddin, S.H, M,H. (19-11-2024) Menyatakan tindakan Para Termohon menetapkan pemohon sebagai tersangka dengan dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana pasal 351 Ayat [1] berdasarkan laporan polisi LP/9/K/l/2024/SPK Sektor Medan Area tertanggal 05 Januari 2024. Atas nama pelapor Muhamad Ali Akbar Purba para termohon tidak sah, dan tidak berdasarkan atas hukum dan oleh karenanya penetapan tersangka aguo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. dan memerintahkan kepada termohon untuk mengeluarkan dan membebaskan demi hukuman pemohon Riki Agasi dari Tahanan.

Baca Juga :  Diduga Menjadi Korban Penipuan Jual Beli Rumah dan Pengurusan Sertifikat, Ws Buat Laporan Resmi Ke Polsek Pancur Batu

Memerintahkan kepada termohon untuk menghentikan penyidikan terhadap perintah penyidikan kepada termohon, serta memulihkan hak pemohon dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya, yang mana termohon Polsek Medan Area telah melakukan penangkapan dan telah melakukan penahanan terhadap korban,
Menyikapi hal tersebut ketua DPW. Ikatan Media Online, Indonesia Sumatra Utara, H, Nuar Erde Angkat bicara “dalam kasus ini dinilai sangat luar Biasah, dimana korban di jadikan tersangka sehingga korban sampai di tahan di Polsek Medan Area selama 44 hari, atas laporan Ali Purba tersebut,

disini kalau kita cermati banyak kejanggalan didalam kasus ini, pertama pelaku bisa membuat laporan Kapolsek Medan Area dengan menyampaikan segala kebohongan, dimana pelaku korban ingin membuat laporan di Polsek tersebut tidak di terima, yang sangat menjadi pertanyaan adalah laporan itu kan harus berdasarkan dua alat bukti yaitu saksi tetapi diduga kuat si pelaku pelapor Ali Purba tersebut tidak memiliki saksi, hal tersebut terbukti di persidangan, kedua belah pihak pemohon dan termohon di minta untuk menghadirkan saksi, tetapi pihak termohon tidak ada menghadirkan saksinya, sedangkan korban pemohon telah menghadirkan saksi nya yang melihat dan menyaksikan langsung pada saat kejadian tersebut, diduga si pelaku pelapor Ali Purba tidak ada memiliki saksi ucap Nuar.

Baca Juga :  Lagi, Kejati Sumut Terima UP Rp950 Juta Lebih dari Perkara Korupsi Penyalahgunaan Dana Kas PT PPSU

Tambahnya lagi “saya sangat heran kok bisa semudah itu si Ali Purba bisa membuat laporan tanpa adanya saksi, dan hal tersebut jelas pembuktian di persidangan kemarin, yang mana pihak termohon tidak ada menghadirkan saksi mereka, jujur dalam hal ini saya sangat merasa miris, dari hasil pembuktian dan fakta fakta di persidangan kalau korban Riki Agasi tidak bersalah, dan juga bukan pelaku, tetapi Polsek Medan Area telah melakukan tindakan salah dengan menetapkan korban menjadi tersangka,

Dan hal ini sebenarnya sudah sangat mencoreng nama baik insitusi kepolisian di jajaran Polda Sumut, disini dapat terlihat bahwa pihak penyidik Polsek Medan area terkesan tidak paham akan prosedural hukum, sehingga menerima laporan pelaku yang diduga tidak memiliki saksi, dan serta Merta telah melakukan tindakan Semena – mena terhadap orang lain serta telah merampas hak serta kemerdekaan orang lain, yang faktanya adalah korban di jadikan tersangka, dan sampai melakukan penahanan terhadap korban,
sehingga berujung Polsek Medan Area di Prapid kan dan kalah, yang sungguh memalukan insitusi kepolisian di Sumut ini, tutup Erde.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *