Example floating
Example floating
Berita

Agus Hulu mewakili Gerakan Masyarakat Nias Utara (Granat) menyampaikan 10 tuntutan kepada wakil Bupati Nias Utara Dan Ketua DPRD Nias Utara

235
×

Agus Hulu mewakili Gerakan Masyarakat Nias Utara (Granat) menyampaikan 10 tuntutan kepada wakil Bupati Nias Utara Dan Ketua DPRD Nias Utara

Sebarkan artikel ini

Nias Utara  – Lensabidik.Com

Beberapa aktivis yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Nias Utara atau Granat, mendatangi Kantor Bupati Nias Utara dan ketua DPRD Kabupaten Nias Utara. Mereka menyampaikan 10 desakan untuk menjawab persoalan-persoalan di tengah masyarakat.

Salah satunya adalah kelangkaan tabung Gas (LPG) ukuran 3 kilogram. Granat mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Utara bersama DPRD kabupaten Nias Utara untuk mencari penyebabnya.

“Serta mencari apa solusinya,” ujar Agus Hulu dalam pernyataan sikap di hadapan pemerintah daerah juga ketua DPRD bersama anggota Dewan lainnya saat audiensi pada Kamis (2/10/2025).

Menurut Suardin Nazara anggota DPRD Kabupaten Nias Utara, bukan hanya gas LPG 3 kilogram yang langka. Kelangkaan juga untuk bahan bakar minyak solar dan pertalite.

Bukan hanya kami DPRD, kita semua termasuk rekan media dan juga rekan dari Granat,” kata Politisi Partai Amanat Nasional ini.

“Untuk itu ketua DPRD Nias Utara bersama anggota DPRD lain akan memanggil pihak-pihak terkait. Agar apa yang menjadi tuntutan dari rekan-rekan sekalian dapat kita mencari solusinya bersama.

aktivis yang tergabung dalam Granat melakukan audiensi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Nias Utara pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Sumut Ingatkan Jajarannya Tuntaskan 7 Program Prioritas Kemenag Dalam Pertemuan Stakeholder Pendidikan Agama Dan Pelayanan Keagamaan

Mengambil bagian dari keresahan masyarakat kabupaten Nias Utara, Granat meminta pada pemerintah kabupaten Nias Utara agar pembangunan Rumah Sakit Tafaeri yang saat ini dikerjakan oleh PT.HK Agar progres pekerjaan pada pembangunan bisa capai target sesuai perjanjian yang sudah tertera  dalam kontrak.

“sejumlah aktivis yang bergabung dalam granat meminta kepada Bupati Nias Utara untuk mengevaluasi para kepala dinas yang masa jabatannya di atas tujuh tahun,” kata Agus Hulu

Sebagai tuntutan keempat, pemerintah daerah diminta untuk memberikan penjelasan terkait pengadaan mobil dinas tahun anggaran 2025. Yang dinilai rancu di saat pemerintah pusat dan daerah sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

Kelima, mendesak DPRD Nias Utara untuk segera membentuk panitia khusus untuk melakukan peninjauan kembali pada pembangunan sanitasi air bersih (SAB) di beberapa desa. Sekaligus mengevaluasi Kepala Bidang Sumberdaya Air Dan Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Nias Utara.

Kami dari granat meminta kepada ketua DPRD Nias Utara untuk melakukan peninjauan atau monitoring pada pembangunan septic tank individual tahun anggaran 2024 di 12 desa,” ucapnya. Ibezanolo Zega. menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak Pemerintah Kabupaten Nias Utara

Baca Juga :  PELANTIKAN BUPATI NIAS DAN WAKIL BUPATI NIAS MASA JABATAN 2025-2030 OLEH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Tuntutan ketujuh, aktivis mendesak Bupati Nias Utara untuk segera mencopot Cardan Syarif Nazara dari jabatannya. Serta meminta Inspektorat untuk mengaudit Tambahan Penghasilan Pegawai atau TPP yang sudah diterima olehnya selama menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Nias Utara.

“Karena melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” terang Darianus Lahagu.

Permintaan aktivis berikutnya adalah penjelasan pemerintah daerah terhadap anggaran yang dikelola oleh Persatuan Selancar Ombak Indonesia ( PSOI )pada kegiatan Afulu Pro 2025.

Mangkraknya pembangunan pasar bertingkat di Kecamatan Lahewa, menjadi salah satu desakan untuk dijelaskan oleh pihak pemerintah daerah. Khususnya Dinas Perumahan Dan Kawasan Pemukiman yang menjadi pengelola anggaran kegiatan dimaksud.

“Meminta kepada Bupati Nias Utara agar mendesak inspektur dan Inspektorat Kabupaten Nias Utara untuk menindaklanjuti kasus Dana Desa tegas Edueli Harefa.

Wakil Bupati Nias Utara, Yusman Zega saat menanggapi desakan dari Granat. Saya sangat mengapresiasi dan akan melakukan pertemuan bersama dinas terkait untuk menindaklanjuti tuntutan dari rekan-rekan Granat,” kata Wakil Bupati Nias Utara, Yusman Zega.

Baca Juga :  Kajatisu Buka Bersama Dengan Insan Pers" Ajak Media Tebar Kebaikan Dan Hindari Serta Perangi Berita Hoax

Ia menerima para aktivis bersama sejumlah pejabat daerah. Antara lain, Bazatulo Zebua, Ferry Zatulo Gea, Mei Terima Hulu, Raradodo Waruwu, Yamotani Baeha, dan Bakhtiar Zai.

“Inilah tugas kita sebagai wakil rakyat. Menampung aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada pemerintah daerah, agar pihak-pihak terkait dapat diminta pertanggungjawaban,” ujar Ketua DPRD Nias Utara, Ya’aman Telaumbanua.

Ia juga menyampaikan, dewan siap melakukan peninjauan terhadap pembangunan yang mangkrak bersama-sama dengan Granat. Pihak DPRD juga akan memberikan hasil-hasil pertemuan bersama dinas terkait dalam waktu yang telah diminta Granat.

“Kita tinjau bersama, apa yang menjadi kendala sehingga pembangunan tersebut terkendala, dan ini PR bersama,” imbuhnya dalam audiensi Granat yang dihadiri sejumlah anggota dewan. Termasuk Taefori Zalukhu, dan Karianus Zega.

Granat menunggu hasil dari tuntutan tersebut selama 14 hari. “Apabila tidak ada respon dari Pemerintah Kabupaten Nias Utara, maka Granat siap melakukan aksi damai turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar,” ungkap Ibezanolo Zega.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *