Medan – Lensabidik.Com
Sejumlah mahasiswa dari Koalisi Aktivis Pemberantas Korupsi (KAPK) melakukan aksi unras didepan kantor Kejati-Sumut terkait dugaan kasus korupsi dana COVID-19 dinas Kesehatan Prov.Sumatera Utara diserang oleh sekelompok orang tak dikenal yang diduga kuat merupakan oknum preman. (23 juli 2025).
Aksi yang hendak melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin pagi kembali memunculkan kekhawatiran atas kebebasan berpendapat didepan publik, Sekelompok pria tak dikenal yang diduga oknum preman menyerang para peserta aksi bahkan sebelum mereka sempat menyampaikan tuntutannya aksi di lokasi.
Kejadian bermula sekitar pukul 10.00 Wib pagi saat puluhan massa aksi sedang berkumpul dan bersiap-siap untuk melaksanakan aksi, Tiba-tiba beberapa pria berbadan tegap datang dan memukul serta mengintimidasi sejumlah peserta aksi, Korban dari insiden ini menyebut para penyerang awalnya berbaris dan terlebih dahulu dan satu orang menanyakan mengenai apakah benar mau melakukan aksi, dan ketika dijawab iya, sontak langsung di serang dan menghadang massa aksi.
Muhammad Aulia Korban dari insiden sekaligus kordinator aksi mengatakan, “Kami belum sempat apa-apa, baru sampai dilokasi, lalu di datangi oleh belasan orang, dan satu di antara mereka menanyakan “kalian mau demo?” dan di jawab iya, tiba-tiba belasan pria itu langsung maju dan menyerang.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas pelaku maupun motif di balik aksi kekerasan tersebut. Namun, berbagai pihak mulai mempertanyakan siapa sebenarnya otak di balik insiden ini. Pasalnya, aksi ini adalah bagian dari bentuk penyampaian aspirasi yang sah secara hukum, namun justru berujung pada kekerasan fisik bahkan sebelum dimulai.
Dugaan kuat menyebut para penyerang adalah bagian dari oknum preman atau simpatisan dari kelompok tertentu yang merasa terganggu dengan isu yang akan diangkat dalam aksi tersebut: dugaan korupsi dana penanganan COVID-19 yang melibatkan sejumlah pejabat daerah.
“Ini bukan sekadar gangguan biasa, ini sudah masuk ranah pelanggaran hukum dan mencederai demokrasi. Siapa yang merasa terganggu dengan aksi kami sudah tentu dia punya keterkaitan dengan isu korupsi yg kami suarakan,”Pungkas Zainal Abidin Dalimunthe.
Massa aksi juga menyatakan bahwa mereka sudah membuat laporan kejadian ini secara resmi ke pihak berwajib dan mendesak aparat untuk bertindak profesional, netral, dan tidak terpengaruh oleh tekanan pihak tertentu.
Hingga berita ini naik ke publik, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati-Sumut maupun dari institusi kepolisian terkait insiden penyerangan tersebut, Sementara itu beberapa korban pemukulan telah mendapat perawatan medis ringan.

Pengamat hukum dan juga pembina anti Rasuah di Sumut, bung Sabarudin Daulay. SH.MH.C.Md saat di konfirmasi mengenai pemukulan para mahasiswa yang sedang berorasi di kejatisu, beliau menyampaikan keprihatinannya, karna menurut beliau menyampaikan pendapat di depan umum adalah amanat undang – undang, kita apresiasi para mahasiswa yang konsen untuk berorasi dalam temuan mereka apa lagi korupsi yang saat ini bagaikan gurita yang menggerogoti keuangan negara ujar bung Udin.
Beliau berharap kepada penegak hukum baik itu Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan yang konsen memberantas Preman yang berkedok organisasi agar mengusut tuntas dan menangkap pelaku tersebut dan di berikan ganjaran yang lebih, jangan sampai para mahasiswa yang menyuarakan korupsi di Sumut ini turun kejalan, kita yakini Kapoldasu dan Kapolrestabes Medan tetap menegakkan kebenaran ujar bung Udin.
Harapan kita kepada Kejati yang baru Bapak Harli Siregar dapat mengungkap kasus dana covid – 19 di dinas kesehatan Sumut tersebut agar para mahasiswa yang menyuarakan hal tersebut bisa lega dan jangan sampai gelombang mahasiswa terus menyuarakan hal tersebut.













