Tanjungbalai – Lensabidik.Com
Ketua Barisan koalisi Rakyat Anti narkotika (BARA), Adam Harahap, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang tidak dikenal di Jalan Suprapto, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai, pada 9 September 2026 sekitar pukul 00.15 WIB.
Menurut keterangan Adam Harahap, kejadian bermula ketika sebuah mobil Toyota Terios berwarna putih berhenti di lokasi. Dari dalam kendaraan tersebut turun empat orang yang kemudian diduga melakukan pengeroyokan terhadap dirinya.
Korban menyebut mobil tersebut tidak menggunakan pelat nomor kendaraan. Empat orang tersebut, menurut keterangan korban, juga mengaku sebagai anggota Satnarkoba.
Pengakuan tersebut membuat sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi disebut tidak berani mendekat karena mengira keempat orang tersebut merupakan aparat penegak hukum.
Akibat dugaan pengeroyokan tersebut, Adam Harahap mengalami luka lebam pada bagian wajah, sakit pada bagian tulang rusuk dan perut, serta tangan sebelah kiri terkilir.
Hingga saat ini, identitas keempat orang tersebut belum diketahui. BARA menegaskan bahwa informasi mengenai pengakuan sebagai anggota Satnarkoba masih berdasarkan keterangan korban dan perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan.
“Kami meminta pihak kepolisian mengusut dugaan pengeroyokan ini secara profesional dan transparan. Identitas keempat orang tersebut harus segera diungkap, termasuk memastikan apakah benar mereka merupakan anggota kepolisian atau pihak yang mengaku sebagai aparat,” ujar pihak BARA.
BARA juga meminta penyidik menelusuri kendaraan Toyota Terios putih yang disebut digunakan oleh para pelaku, memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian, serta meminta keterangan warga yang berada di sekitar tempat kejadian.
Saat ini laporan polisi masih dalam proses. BARA berharap kasus tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan diungkap secara terang agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
BARA menegaskan akan menghormati proses hukum dan menyerahkan pengungkapan identitas serta motif para pelaku kepada aparat penegak hukum.
Seluruh pihak yang disebut dalam dugaan kejadian ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya hasil penyelidikan dan proses hukum yang berkekuatan hukum tetap.













