Simeulue – Lensabidik.Com
Polemik terkait bantuan mesin tempel bagi nelayan di Kabupaten Simeulue yang sempat menjadi perhatian publik akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi kekeluargaan pada Jumat (29/5/2026).
Permasalahan tersebut melibatkan penerima manfaat bantuan, Asrial Damanik, dengan pihak-pihak yang sebelumnya disebut dalam pemberitaan media online Lensabidik.com beberapa hari lalu terkait polemik penyaluran bantuan mesin tempel bagi nelayan di Kabupaten Simeulue.
Proses perdamaian berlangsung di wilayah hukum Kecamatan Simeulue Timur dan difasilitasi langsung oleh Kapolsek Simeulue Timur, IPDA Dahlan Desky, bersama sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara baik-baik demi menjaga hubungan sosial dan kekeluargaan di tengah masyarakat nelayan.
Asrial Damanik selaku penerima manfaat bantuan mesin tempel mengaku menerima hasil penyelesaian yang telah disepakati bersama serta mengapresiasi upaya mediasi yang dilakukan pihak kepolisian.
“Saya sudah menerima penyelesaian ini dengan ikhlas. Perdamaian ini atas upaya Bapak Kapolsek Simeulue Timur. Kami tidak ada gugatan lagi di kemudian hari dan kasus ini sudah selesai,” ujar Asrial Damanik.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh pihak yang terlibat telah saling memaafkan secara kekeluargaan demi menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Kapolsek Simeulue Timur, IPDA Dahlan Desky, mengatakan bahwa penyelesaian melalui musyawarah menjadi langkah terbaik agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Kami mengedepankan mediasi dan pendekatan kekeluargaan sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara damai serta situasi tetap aman dan kondusif,” ujar IPDA Dahlan Desky.
Sebelumnya, polemik bantuan mesin tempel tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan mengenai dugaan persoalan dalam penyaluran bantuan kepada nelayan.
Namun setelah dilakukan komunikasi, klarifikasi, dan mediasi dari berbagai pihak, permasalahan akhirnya dapat diselesaikan secara damai.
Masyarakat berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar penyaluran bantuan pemerintah ke depan dapat berjalan lebih transparan, tepat sasaran, serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat nelayan Kabupaten Simeulue.













