Example floating
Example floating
Narkoba

Polrestabes Medan Temukan Bukti Baru Saat Rekon THM jual Narkoba

11
×

Polrestabes Medan Temukan Bukti Baru Saat Rekon THM jual Narkoba

Sebarkan artikel ini

Medan – Lensabidik.Com

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvjin Simajuntak melalui Satreskoba Polrestabes Medan, Senin (25/5/2026) siang menggelar pra rekontruksi dalam kasus peredaran narkoba di Phantom KTV yang berada di Jalan Adam Malik Medan.

Dalam pra rekontruksi yang turut melibatkan Bea dan Cukai Medan, petugas menemukan 7 botol minuman keras palsu.

Terdapat setidaknya 27 adegan, diperagakan di lokasi penangkapan, yang melibatkan dua tersangka yakni IR (21) yang merupakan cleaning service Phantom KTV, dan MF (22) pemasok narkoba kepada IR.

Baca Juga :  FPM-SU Tantang Kapolrestabes Medan Jermal 15 Bukan Panggung Pencitraan

Dalam pra rekontruksi, tergambar jika IR yang merupakan bagian dari management Phantom KTV, sengaja menawarkan pil ekstasi kepada pengunjung, sebelum akhirnya diringkus petugas Satres narkoba Polrestabes Medan.

“Pelaku pertama berperan aktif menawarkan narkoba kepada pengunjung. Pelaku juga ditangkap di dalam ruangan KTV,” ungkap Kasatreskoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP.

Rafli menambahkan, dalam pra rekontruksi yang digelar, pihaknya juga turut melibatkan Bea dan Cukai, dan menemukan adanya minuman keras dengan pita cukai palsu.

Baca Juga :  Satuan Narkoba Polrestabes Medan Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Internasional, 8 Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi Dista 

Setidaknya, dari 9 botol minuman keras beragam merek, 7 diantarnya dipastikan menggunakan pita cukai palsu, usai dilakukan pemeriksaan menggunakan alat khusus yang dimiliki petugas Bea dan Cukai.

“Kami juga mendapat temuan, yakni adanya miras palsu. Karena memang kami join dengan Bea dan Cukai sehingga hal ini terungkap,” tambah Rafli.

Baca Juga :  Krypton KTV, Pemasok Inex Rp350 Ribu yang Diduga Dilindungi Oknum DPRD Medan

Satres narkoba Polrestabes Medan sendiri, memastikan tidak akan memberikan ruang sekecil apapun, bagi pelaku narkoba yang mencoba menjadikan kota Medan sebagai pangsa pasarnya.

Pengungkapan, dipastikan akan terus dilakukan meskipun para pelaku menggunakan beragam cara kamuflase.

“Narkoba terus mencari jalan, untuk memperkaya seseorang ataupun kelompok dengan cara yang ilegal. Kami pastikan, kami akan terus melawan hal tersebut, bagaimana cara mereka melakukan kamuflase,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *